Upaya penurunan stunting serta pencegahan kematian ibu dan bayi tidak dapat diselesaikan melalui pendekatan kesehatan semata. Stunting bukan penyakit, melainkan hasil akhir dari proses panjang yang melibatkan kesehatan reproduksi remaja, kesiapan keluarga, kualitas layanan ibu hamil, pola asuh anak, hingga kondisi sosial ekonomi dan lingkungan. Inilah yang menjadi pijakan utama Program Desa Sehat yang diinisiasi PATTIRO Malang mitra dari YAPPIKA serta bersama para pemangku kepentingan lintas sektor .
Tim Program Desa Sehat, Asiswanto D, menegaskan bahwa program ini dirancang sebagai penguatan sistem di tingkat desa. “Isu kesehatan ibu dan anak tidak bisa ditangani secara sektoral. Desa Sehat mendorong kolaborasi multi-pihak agar seluruh unsur desa memiliki peran dan tanggung jawab yang sama dalam menurunkan stunting,” ujarnya dalam Sosialisasi Program Desa Sehat 2025 .
Program Desa Sehat memposisikan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) sebagai isu sistemik. Pendekatan ini menekankan pentingnya kerja bersama antara pemerintah desa, dinas kesehatan, DP2KB, DP3A, Bappeda, KUA, organisasi masyarakat, hingga kelompok perempuan dan remaja. “Kita tidak bisa berdiri sendiri. Stunting adalah hasil akhir dari proses panjang yang sebelumnya tidak tertangani dengan baik,” jelas Gunawan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Malang .
Salah satu fokus strategis Desa Sehat adalah penguatan kesehatan reproduksi remaja dan pencegahan perkawinan anak. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Malang, Aniswaty Aziz, menekankan bahwa pendewasaan usia perkawinan merupakan investasi jangka panjang. “Perkawinan anak berdampak pada tingginya risiko kematian ibu, stunting, hingga kekerasan dalam rumah tangga. Karena itu, remaja harus dipersiapkan secara kesehatan, mental, dan sosial,” ujarnya .
Dalam implementasinya, Desa Sehat dijalankan melalui strategi TINDIK ANTING—Temukan sejak dini, Intervensi, Dampingi, dan Kontrol perkembangan. Strategi ini memastikan deteksi dini masalah gizi dan kesehatan reproduksi dilakukan sejak remaja, calon pengantin, ibu hamil, hingga bayi dan balita. Intervensi dilengkapi dengan pendampingan kader dan pemantauan berkelanjutan agar layanan benar-benar sampai pada sasaran .
Pendekatan konvergen ini mengintegrasikan intervensi spesifik dan sensitif secara holistik dan berkelanjutan. Melalui Desa Sehat, PATTIRO Malang mendorong desa menjadi aktor utama pembangunan kesehatan berbasis komunitas demi terwujudnya generasi yang sehat, berdaya, dan berkualitas.

