Masa remaja adalah fase transisi yang menentukan kualitas kesehatan saat dewasa. Pada periode ini, remaja mulai membangun kebiasaan (pola makan, aktivitas fisik, kesehatan mental), menghadapi perubahan biologis, sekaligus rentan terhadap perilaku berisiko (merokok, NAPZA, kekerasan, serta masalah kesehatan reproduksi). Karena itu, upaya promotif–preventif yang dekat dengan remaja, ramah, dan berbasis komunitas menjadi sangat penting.
Salah satu bentuknya adalah Posyandu Remaja—wadah pelayanan dan pemberdayaan kesehatan remaja yang dikelola bersama masyarakat, kader, dan difasilitasi tenaga kesehatan. Pedoman teknis khusus tentang penyelenggaraan Posyandu Remaja telah diterbitkan Kementerian Kesehatan sebagai rujukan pembentukan, pengelolaan, hingga bentuk kegiatannya.
Banyak remaja enggan mengakses layanan formal karena takut dihakimi atau khawatir rahasia pribadi terbuka. Posyandu Remaja menyediakan ruang yang lebih akrab dan partisipatif untuk edukasi, konseling dasar, dan rujukan bila dibutuhkan, selaras dengan pendekatan pelayanan kesehatan peduli remaja (PKPR) yang mendorong layanan ramah, mudah diakses, dan sesuai kebutuhan remaja.
Kegiatan Posyandu Remaja umumnya mencakup edukasi gizi seimbang, pencegahan anemia, pemantauan status gizi, kebugaran, PHBS, serta dukungan kesehatan jiwa dan pencegahan kekerasan/perundungan. Secara kebijakan, penguatan promotif–preventif dan perilaku hidup sehat juga menjadi arah dalam program kesehatan berbasis keluarga. (BPK Regulations)
Masalah kesehatan remaja sering “tidak terlihat” sampai menjadi berat (misalnya gangguan makan, stres/depresi, risiko kehamilan remaja, atau penyakit tidak menular dini). Posyandu Remaja membantu skrining sederhana, pencatatan, dan rujukan ke puskesmas/layanan terkait, sehingga penanganan lebih cepat dan tepat.
Posyandu Remaja tidak hanya soal layanan, tetapi juga pemberdayaan—mendorong kader/peer educator dari kalangan remaja agar menjadi agen perubahan. Ini memperkuat literasi kesehatan, jejaring sosial yang positif, dan budaya saling dukung di tingkat desa/kelurahan.
Keberlanjutan Posyandu Remaja ditentukan oleh kolaborasi:
Berikut dasar hukum dan pedoman yang dapat dijadikan pijakan penyelenggaraan Posyandu Remaja dari tingkat nasional hingga operasional:
Posyandu Remaja adalah langkah strategis untuk memastikan remaja mendapatkan ruang belajar dan layanan kesehatan yang ramah, dekat, serta berkelanjutan. Di saat yang sama, Posyandu Remaja memperkuat ketahanan sosial—karena remaja tidak hanya menjadi penerima layanan, tetapi juga pelaku perubahan di komunitasnya.