Malang – Posyandu Remaja Desa Sukolilo: Model Pemberdayaan Remaja Desa melalui Pendekatan Edukatif dan Partisipatif Upaya penguatan peran remaja dalam pembangunan desa terus didorong melalui berbagai pendekatan berbasis komunitas. Salah satu inisiatif yang tengah dikembangkan adalah Posyandu Remaja Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, yang dibentuk sebagai wadah edukatif dan preventif bagi remaja desa dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan, sosial, dan perkembangan diri.
Posyandu Remaja Desa Sukolilo hadir sebagai bagian dari strategi pemberdayaan remaja yang menempatkan remaja bukan sekadar sebagai objek program, melainkan sebagai subjek utama yang terlibat langsung dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi kegiatan. Program ini dirancang untuk menjawab persoalan remaja yang semakin kompleks, seperti pergaulan bebas, pernikahan dini, rendahnya literasi kesehatan reproduksi, serta pengaruh negatif media sosial dan teknologi.
Pembentukan Posyandu Remaja Desa Sukolilo dilandasi oleh kebutuhan akan ruang aman dan suportif bagi remaja untuk belajar, berdiskusi, dan mengembangkan potensi diri secara positif. Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, Posyandu Remaja bertujuan mewujudkan remaja desa yang sehat, cerdas, peduli, serta aktif berkontribusi dalam pembangunan desa.
Visi tersebut dijabarkan dalam misi untuk memberikan edukasi kesehatan dan sosial yang relevan, membangun komitmen serta kepedulian remaja terhadap isu-isu kesehatan, dan menyediakan wadah organisasi yang inklusif serta representatif. Saat ini, Posyandu Remaja Desa Sukolilo dikelola oleh kepengurusan yang terdiri dari remaja desa dengan dua bidang utama, yaitu Bidang Edukasi dan Public Campaign serta Bidang Program Kerja, dengan total anggota sebanyak 15 remaja.
Dalam perjalanannya, Posyandu Remaja Desa Sukolilo mengidentifikasi sejumlah isu strategis yang dihadapi remaja, antara lain pergaulan bebas, pernikahan dini, kurangnya pendidikan seks yang komprehensif, pengaruh negatif media sosial, hingga kasus kekerasan seksual dan ketidakharmonisan lingkungan keluarga. Isu-isu tersebut menjadi dasar perumusan program dan kegiatan agar intervensi yang dilakukan tepat sasaran dan sesuai dengan konteks sosial desa.
Sebagai bentuk komitmen terhadap keberlanjutan program, Posyandu Remaja Desa Sukolilo menyusun Rencana Aksi Tahunan Periode Mei 2025–April 2026. Rencana ini disusun secara sistematis dan realistis dengan mempertimbangkan kapasitas organisasi remaja dan dukungan pemangku kepentingan desa.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Workshop Pembentukan Kader Posyandu Remaja pada Mei 2025, dilanjutkan dengan penyusunan struktur organisasi dan penguatan komunikasi internal. Pada tahap berikutnya, program difokuskan pada peningkatan kapasitas remaja melalui kegiatan edukasi kesehatan reproduksi, pencegahan pernikahan dini, serta pencegahan pergaulan bebas dan pendidikan seks yang sehat.
Selain kegiatan edukatif, Posyandu Remaja juga merancang aktivitas positif luar ruang, seperti olahraga dan kegiatan kebersamaan, guna mendorong gaya hidup sehat serta memperkuat solidaritas antar remaja. Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan refleksi dan evaluasi tahunan sebagai dasar penyusunan rencana program selanjutnya.
Pelaksanaan program Posyandu Remaja Desa Sukolilo mengedepankan strategi kolaboratif dengan melibatkan berbagai pihak, antara lain Puskesmas Wajak, Pemerintah Desa Sukolilo, kader kesehatan, sekolah, tokoh masyarakat, dan tokoh agama. Media komunikasi digital, seperti grup WhatsApp dan media sosial, dimanfaatkan sebagai sarana koordinasi dan edukasi, sementara ruang diskusi dan pendampingan psikologis disiapkan untuk mendukung kesehatan mental remaja.
Pendanaan program direncanakan bersumber dari berbagai alternatif yang sah dan tidak mengikat, termasuk dukungan dana desa, swadaya masyarakat, serta kerja sama dengan UMKM lokal dan organisasi non-pemerintah.
Keberadaan Posyandu Remaja Desa Sukolilo menjadi contoh praktik baik pemberdayaan remaja berbasis desa yang berorientasi pada pencegahan dan penguatan kapasitas. Dengan perencanaan yang matang, pelibatan aktif remaja, serta dukungan lintas sektor, Posyandu Remaja diharapkan mampu berkontribusi nyata dalam menciptakan generasi muda desa yang sehat, berkarakter, dan siap berperan dalam pembangunan berkelanjutan.
Inisiatif ini sekaligus menunjukkan bahwa penguatan peran remaja tidak hanya penting bagi kesehatan individu, tetapi juga menjadi investasi sosial bagi masa depan desa.